Pengadaan Komdigi di Inaproc mendukung kebutuhan instansi pemerintah dalam menyediakan power supply berkualitas untuk perangkat jaringan, server, komputer, dan sistem komunikasi. Proses pengadaan dilakukan melalui e-katalog resmi agar spesifikasi, harga, distribusi, dan legalitas produk lebih terjamin. Kebutuhan ini banyak digunakan oleh dinas, kantor pemerintahan, sekolah, hingga fasilitas pelayanan publik yang membutuhkan kestabilan pasokan listrik perangkat operasional.
Table of Contents
TogglePengadaan Komdigi di Inaproc dan Kenapa Relevan untuk Power Supply

Inaproc adalah portal pengadaan barang dan jasa pemerintah yang dikelola LKPP. Kementerian Komdigi sebelumnya dikenal sebagai Kominfo secara aktif menggunakan sistem ini untuk belanja modal peralatan teknis, termasuk kategori alat listrik dan power supply.
Kebutuhan power supply di lingkungan Komdigi cukup spesifik. Infrastruktur digital seperti server room, perangkat jaringan, dan sistem komunikasi membutuhkan pasokan daya yang stabil, terlindungi dari lonjakan tegangan, dan mampu beroperasi 24/7. Di sinilah produk seperti UPS, stabilizer, dan panel distribusi daya menjadi kebutuhan prioritas.
Kategori Power Supply yang Umum Diadakan Komdigi via Inaproc
UPS (Uninterruptible Power Supply)
UPS adalah komponen kritis di pusat data pemerintah. Spesifikasi yang umumnya diminta dalam pengadaan Komdigi di inaproc meliputi kapasitas, tipe UPS, runtime baterai, hingga fitur monitoring jaringan.
Tabel Spesifikasi dan Harga UPS
| Komponen UPS | Spesifikasi Umum | Kisaran Harga |
|---|---|---|
| UPS 1–3 kVA | Cocok untuk PC kantor dan perangkat jaringan kecil | Rp3.500.000 – Rp12.000.000 |
| UPS 5–10 kVA | Untuk ruang kerja dan server skala menengah | Rp12.000.000 – Rp35.000.000 |
| UPS 20–80 kVA | Digunakan pada server room dan data center | Rp40.000.000 – Rp85.000.000 |
| Tipe Online Double Conversion | Zero transfer time dan proteksi maksimal | Lebih tinggi dibanding UPS line interactive |
| UPS dengan SNMP Monitoring | Mendukung monitoring jaringan dan remote management | Menyesuaikan kapasitas dan fitur |
Fitur UPS yang Umum Dicari
| Fitur | Fungsi |
|---|---|
| LCD Display | Monitoring status baterai dan beban listrik |
| RS-232 / USB Port | Integrasi dengan komputer dan monitoring lokal |
| SNMP Card | Monitoring UPS melalui jaringan |
| Auto Battery Management | Memperpanjang umur baterai UPS |
| Surge Protection | Melindungi perangkat dari lonjakan listrik |
Stabilizer Voltage Regulator (AVR)
Untuk instansi yang berada di daerah dengan kualitas listrik PLN yang tidak stabil, stabilizer menjadi pengadaan penting guna menjaga kestabilan tegangan perangkat elektronik.
Tabel Spesifikasi dan Harga Stabilizer AVR
| Jenis Stabilizer | Spesifikasi | Kisaran Harga |
|---|---|---|
| Stabilizer 5 kVA | Untuk kantor kecil dan perangkat komputer | Rp2.000.000 – Rp6.000.000 |
| Stabilizer 10–20 kVA | Cocok untuk ruang server dan laboratorium | Rp7.000.000 – Rp18.000.000 |
| Stabilizer 30–50 kVA | Untuk gedung dan sistem listrik skala besar | Rp20.000.000 – Rp45.000.000 |
| AVR dengan akurasi ±1% | Tegangan output lebih stabil | Harga lebih tinggi |
| Stabilizer proteksi lengkap | Over voltage, under voltage, short circuit | Menyesuaikan fitur |
Spesifikasi Teknis Standar AVR
| Spesifikasi | Keterangan |
|---|---|
| Kapasitas | 5 kVA – 50 kVA |
| Akurasi Output | ±1% hingga ±3% |
| Input Range | 150–250 VAC |
| Proteksi | Over voltage, under voltage, short circuit |
Panel Distribusi Daya (PDU & MDP)
Untuk proyek skala besar seperti gedung pemerintah atau data center Komdigi, pengadaan panel distribusi daya menjadi bagian penting dari sistem elektrifikasi gedung.
Tabel Pengadaan Panel Distribusi Daya
| Jenis Panel | Fungsi | Estimasi Nilai Pengadaan |
|---|---|---|
| PDU (Power Distribution Unit) | Distribusi daya untuk rack server | Rp10.000.000 – Rp75.000.000 |
| MDP (Main Distribution Panel) | Distribusi utama kelistrikan gedung | Rp50.000.000 – Rp300.000.000 |
| Panel ATS/AMF | Perpindahan otomatis genset dan PLN | Rp25.000.000 – Rp150.000.000 |
| Panel Data Center | Mendukung kebutuhan server dan UPS | Menyesuaikan spesifikasi proyek |
| Custom Electrical Panel | Disesuaikan kebutuhan instansi | Bisa mencapai ratusan juta rupiah |
Mekanisme Pengadaan Komdigi di Inaproc Untuk Power Supply

Alur Pembelian Melalui e-Katalog LKPP
Pengadaan Komdigi di inaproc untuk power supply dan instansi vertikal di bawahnya umumnya mengikuti alur berikut:
- PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) menyusun spesifikasi teknis kebutuhan
- Tim ULP atau Pokja melakukan pencarian penyedia di e-Katalog LKPP melalui portal Inaproc
- Penyedia yang terdaftar mengajukan penawaran teknis dan harga
- Negosiasi harga dilakukan sesuai HPS (Harga Perkiraan Sendiri)
- Kontrak ditandatangani dan pengiriman dijadwalkan
Nilai pengadaan di bawah Rp 200 juta umumnya dapat dilakukan melalui pengadaan langsung. Di atas nilai tersebut, menggunakan mekanisme tender atau e-purchasing katalog.
Anda bisa mengecek ketersediaan stok barang pada daftar produk Mulia Berkahtama Abadi di Inaproc.
Syarat Penyedia yang Bisa Mengikuti
Untuk bisa menjadi penyedia power supply di Inaproc, sebuah perusahaan perlu memiliki:
- SIUP/NIB yang aktif dengan kode KBLI relevan
- Terdaftar di SIKaP (Sistem Informasi Kinerja Penyedia) LKPP
- Produk yang terdaftar dan terverifikasi di e-Katalog LKPP
- Dokumen teknis produk: brosur, sertifikat SNI atau LMK, garansi
Harga Referensi Power Supply dalam Pengadaan Komdigi di Inaproc Pemerintah 2025–2026
Berdasarkan data transaksi e-Katalog LKPP dan referensi pasar industri alat listrik, berikut gambaran harga aktual:
| Jenis Produk | Spesifikasi | Kisaran Harga |
|---|---|---|
| UPS Tower | 1 kVA, 6 baterai internal | Rp 3,5 – 5,5 juta |
| UPS Rack Mount | 3 kVA, online | Rp 12 – 18 juta |
| UPS Industrial | 10 kVA, three phase | Rp 45 – 85 juta |
| Stabilizer AVR | 5 kVA servo motor | Rp 2,5 – 4 juta |
| Stabilizer AVR | 20 kVA industrial | Rp 14 – 22 juta |
| PDU Rack | 16 outlet, 32A | Rp 3,5 – 7 juta |
Catatan: Harga di atas merupakan estimasi pasar dan dapat berbeda dalam negosiasi pengadaan pemerintah. HPS tiap instansi juga bervariasi berdasarkan survei pasar yang dilakukan PPK.
Tips Menyusun Spesifikasi Teknis Power Supply untuk Pengadaan Komdigi di Inaproc

Spesifikasi yang tepat adalah kunci agar proses pengadaan Komdigi di Inaproc berjalan lancar dan produk yang diterima benar-benar sesuai kebutuhan. Penyusunan spesifikasi yang cermat akan melindungi instansi dari risiko ketidaksesuaian produk sekaligus memastikan proses seleksi vendor berjalan secara adil dan transparan. Beberapa hal yang perlu dicantumkan:
Kapasitas daya dalam VA atau kVA serta watt aktual beban perlu dicantumkan secara spesifik agar vendor memahami dengan tepat kebutuhan daya sistem yang akan disuplai tanpa ruang interpretasi yang terlalu luas.
Topologi UPS yang dipersyaratkan, baik standby, line-interactive, maupun online double conversion, harus disesuaikan dengan tingkat kekritisan sistem yang dilindungi karena masing-masing topologi memiliki karakteristik perlindungan yang berbeda.
Standar sertifikasi seperti SNI, LMK, CE, atau IEC perlu dicantumkan sebagai filter kualitas minimum yang memastikan produk yang masuk dalam proses seleksi telah memenuhi standar keamanan yang diakui secara resmi.
Garansi produk dan purna jual minimal 1–2 tahun menjadi jaminan keamanan investasi yang penting, terutama untuk perangkat yang digunakan secara intensif dalam operasional fasilitas publik sehari-hari.
Ketersediaan spare part dan dukungan teknis di lokasi instansi perlu diverifikasi sejak awal untuk memastikan respons perbaikan yang cepat jika terjadi gangguan di kemudian hari.
Spesifikasi yang terlalu umum berisiko mengundang produk berkualitas rendah dengan harga lebih murah. Sebaliknya, spesifikasi yang terlalu ketat dapat mempersempit pilihan penyedia dan menghambat kompetisi yang sehat dalam proses pengadaan.
Kunjungi mulia berkah tama abadi untuk melihat portofolio lengkap serta cakupan layanan bisnis yang tersedia.
FAQ: Pengadaan Komdigi di Inaproc
Apakah semua instansi di bawah Komdigi bisa melakukan pengadaan power supply via Inaproc?
Ya. Seluruh satker (satuan kerja) di bawah Kementerian Komdigi, termasuk UPT dan Balai di daerah, dapat melakukan pengadaan melalui e-Katalog LKPP yang terintegrasi dengan sistem Inaproc.
Berapa lama proses pengadaan power supply pemerintah dari penawaran hingga pengiriman?
Untuk pengadaan langsung di bawah Rp 200 juta, prosesnya bisa selesai dalam 2–4 minggu. Pengadaan melalui tender membutuhkan waktu 30–60 hari kerja.
Apakah harga di e-Katalog LKPP sudah termasuk instalasi?
Tergantung spesifikasi kontrak. Penyedia di e-Katalog dapat menawarkan harga termasuk instalasi dan commissioning, atau harga barang saja. PPK perlu mencantumkan hal ini secara eksplisit dalam dokumen pengadaan.
Produk power supply apa yang paling sering diadakan instansi pemerintah?
UPS kapasitas 1–3 kVA untuk workstation dan ruang server kecil adalah yang paling sering diadakan. Diikuti stabilizer AVR untuk kantor di daerah dengan jaringan listrik yang belum stabil.


